Skip to content

Berpandangan Positif Atas Kesuksesan Siswa Kita

June 6, 2012

Kekuatan Keyakinan : you are smart

Berpandangan positif dapat memberikan energi yang dahsyat kepada siswa untuk menjadi benar-benar cerdas. What you think you real, begitu menurut pepatah, apa yang kita pikirkan begitupun yang akan terjadi. Begitupun terhadap siswa, guru harus senantiasa berpandangan positif bahwa semua siswa cerdas, tidak ada yang bodoh, yang ada adalah siswa yang terlambat. Ada sebuah pertanyaan yang sangat penting yang harus dijawab oleh semua guru. Pertanyaannya adalah “Apa yang pertama kali dilakukan guru agar siswanya menjadi siswa yang cerdas? Jawabannya sederhana yaitu mengakui bahwa siswa kita semuanya cerdas. Kenapa harus demikian? Hal ini sesuai dengan hukum pikiran manusia, bahwa apa yang dipikirkan manusia akan mengalir dan menyentuh orang yang kita pikirkan. Kalau kita menganggap siswa kita cerdas, maka ia akan cerdas sesuai dengan perkembangan waktu. Begitupun sebaliknya, kalau kita menganggap siswa kita bodoh, maka akan bodoh dan tidak berguna sesuai dengan perkembangan waktu yang ia hadapi.

Berpandangan positif seperti memberi sugesti kepada siswa melalui pikiran kita. Ingat, pikiran kita bervibrasi, menyebar melalui alam sekitar. Siswa kita merupakan bagian dari alam ini. Maka apa yang kita pikirkan pasti akan menembus relung pikiran dan hati siswa. Hal ini pernah saya (penulis) alami, ketika menjadi wakil kepala sekolah di sebuah SMP Islam Plus di Megamendung Bogor. Waktu itu ada siswa yang dipindahkan oleh orangtuanya ke sekolah saya. Pada saat bertemu, orang tua anak tersebut berkata bahwa, “anak saya sangat terlambat dalam menerima pelajaran sehingga di sekolahnya dulu ia selalu mendapatkan nilai yang jelek. Bapaknya dengan tegas mengatakan itu kepada saya. Sejenak saya berpikir, Apa betul anak ini yang terlambat berpikir atau gurunya saja yang kurang memahami sifat kecerdasannya. Saya masih ingat, nama siswa itu adalah Irwansyah, ia anak Jakarta pindahan dari Madrasah Tsanawiyah yang berada di Jakarta.

Pada saat berbincang dengan saya, Bapaknya mengatakan di depan anaknya,”Irwan ini anaknya tidak semangat belajar dan selalu nilainya jelek”. Bapaknya mengatakan seperti persis di depan Irwan yang duduknya sejajar. Saya lihat Irwan menunduk malu, karena Bapaknya telah menghakimi anaknya bahwa dia anak yang bodoh, begitu kira-kira. Saya berusaha empati kepada Irwan, karena saya merasakan apa yang Irwan rasakan, kalau posisi kita seperti Irwan. Kemudian yang saya lakukan kepada Bapaknya adalah mengatakan bahwa,”Tidak ada siswa yang bodoh dan nakal, yang ada adalah siswa yang tertinggal dan terlambat saja. Siswa memiliki kecerdasan yang berbeda dan tentunya tingkat kecepatan dalam memahami pelajaran pasti berbeda, ada yang cepat, sedang dan lambat”, saya tegaskan kepada Bapaknya sambil saya menepuk pundaknya Irwan, saya katakan,”Irwan ini anak yang cerdas, soal di sekolahnya dulu terlambat dan nilai jelek sesunggunya itu adalah tanggungjawab gurunya bukan tanggungjawab Irwan”. Tiba-tiba setelah saya mengatakan itu Irwan seakan-akan menjadi hidup, kepalanya yang tadi tertunduk sekarang berdiri tegak dengan penuh percaya diri. Dirinya seakan-akan menemukan sesuatu yang ia cari, sekolah yang mampu menghargai dirinya apa adanya. Betul, setelah saya mengatakan itu,”Irwan anak yang cerdas”, beberapa bulan setelah Irwan mengikuti pembelajaran di sekolah, ia selalu haus dengan mengikuti berbagai tambahan pelajaran. Sangat luar biasa. Saya sangat yakin dengan memberikan sugesti dan berpikir positif terhadap siswa kita, akan berpengaruhi pada cara belajarnya. Seperti yang saya lakukan terhadap Irwan (mudah-mudahan ia menjadi anak yang hebat).

Kecerdasan siswa kita tergantung seberapa yakin kita akan kecerdasan mereka. Kalau kita masih menganggap mereka tidak bisa melakukan apa-apa, maka mereka akan seruapa dengan apa yang kita pikirkan. Keyakinan akan kecerdasan dan kesuksesan siswa merupakan kekuatan yang harus terus dilatih dan dikembangkan oleh setiap guru. What you thing, you Real, Apa yang kamu pikirkan begitulah yang akan terjadi. Apapun yang akan terjadi dihadapan kita, semuanya merupakan buah dari keyakinan pikiran kita. Mari kita yakini, bahwa tidak ada siswa kita yang bodoh dan nakal, semuanya cerdas.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: