Skip to content

Jadilah Guru Yang GAUL

June 6, 2012

Disinyalir bahwa komunitas yang tidak mau lagi belajar adalah guru. Banyak guru yang sudah merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya. Meraka menganggap bahwa ilmu yang didapat dari sekolah atau perguruan tinggi yang pernah dilaluinya mampu untuk menjawab dan mengatasi persoalan yang dihadapi siswa. Bahkan ada guru yang menganggap bahwa dirinyalah satu-satunya sebagai sumber pengetahuan. Banyak guru yang masih tidak mau belajar mengakses banyak ilmu di internet, tidak mau membaca buku, berbelanja buku pengetahuan di toko buku.

Padahal salah satu identitas seorang guru profesional yaitu ia harus memiliki berbagai pengetahuan. Sebagai contoh yang sederhana, yang sering ditemui di beberapa sekolah yaitu bahwa yang bertanggungjawab dalam pendidikan agama hanya guru agama saja. Sehingga transfer pengetahuan agama di kelas hanya sebatas kewajiban guru agama, sedangkan guru yang lainnya tidak. Artinya bukan harus seluruh guru yang lain mendalami agama dan melepaskan mata pelajaran yang ia ampu, akan tetapi ia pun harus belajar sehingga ketika ia mengajar di kelas pendidikan agama harus terus dipatrikan ke dalam diri siswa. Begitupun dengan pelajaran yang lain. Guru yang satu harus saling mengisi satu sama lain dan mata pelajaran yang satu harus mengisi dan mendukung satu sama lain. Hal inilah yang dimaksud dengan kurikulum yang terintegrasi. Keseluruhan mata pelajaran saling terkait tidak berdiri satu sama lain.

Untuk itu, bagi seorang guru haruslah banyak belajar dengan mengkaji pengetahuan yang lain sebanyak-banyaknya. Tidak akan rugi bagi guru yang belajar pengetahuan yang lain yang bukan menjadi spesialisasinya. Bahkan pengetahuan yang lain yang ia baca akan memperkaya materi yang dikuasainya sehingga proses pembelajaran akan terlihat banyak warna pendekatan. Abad ke-21 menuntut seorang guru harus terus belajar. Apalagi abab ke-21 ini merupakan abad otak, brain century. Seluruh aktifitas hidup, berpikir, dan bertindak dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan otaknya. Tipe pribadi pun dapat diketahui dengan otaknya. Sampai pada cara mengajar dapat diketahui secara pasti, apakah ia mengajar dengan menggunakan sebelah otak, baik otak kanan atau otak kiri, atau ia menggunakan keseluruhan otaknya. Dengan demikian guru harus mengetahui bagaimana cara otak manusia bekerja. Karena dengan mengetahui cara kerja otak manusia, maka seorang guru akan mengajar dengan baik dan menyenangkan. Mengapa demikian? Karena alat belajar satu-satunya yang dimiliki manusia adalah otak. Siswa kita memiliki otak. Untuk itu, kalau kita mengajar sesuai dengan cara kerja otak yang dimiliki siswa, maka proses belajar akan menyenangkan.                            Banyaklah belajar dan mengkaji pengetahuan yang lain, karena masa depan siswa sebagian sangat ditentukan oleh pertemuan kita sebagai guru dengan siswa di kelas. Berniatlah kembali untuk mengubah diri menjadi guru yang mencintai pengetahuan agar siswa kita tercahayai dengan ilmu yang kita miliki. Cintai siswa kita dengan banyak mengkaji ilmu. Ada beberapa yang harus dilakukan oleh guru berkenaan dengan kesedian kita sebagai guru untuk menjadi guru “gaul”. Pertama, ikuti perkembangan segala aspek kehidupan siswa terutama musik, mode dan olahraga. Kedua, kenalilah kehidupan siswa. Ketiga, masukilah ke dalam kehidupan mereka. Dan Keempat, mengajarlah dengan berbagai gaya yang sangat mereka sukai.

Selain kesedian kita menjadi guru “gaul” dalam pengertian yang sebenarnya, guru berlabel “gaul” pun memiliki makna tersendiri. Dalan hal ini penulis mendefinisikan guru “gaul” dengan akronim Gali Potensi, Akui-Atraktif, Usaha, dan Luwes. Guru gaul berarti guru yang selalu mengGali informasi pengetahuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Ia mengAkui dan memberi apresiasi yang luar biasa bagi setiap prestasi siswa. Selalu berUsaha untuk mencerdaskan siswanya dengan cara apapun. Memberikan pemahaman dengan berbagai cara agar apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kehidupan nyata siswa dan selalu Luwes bergaul bersama siswa sebagai orang tua kedua baginya di sekolah.

Perkembangan dunia saat ini sangat berbeda dengan dimana pada saat kita sekolah dulu. Di sekolah dulu tidak pernah ada siswa yang membawa handphone, karena memang belum semarak. Tapi sekarang siswa sekolah dasar saja sudah menggunakan handphone yang hanya sekadar nampang keren saja. Begitu juga, sekolah dulu tidak ada siswa yang menggunakan hand set untuk mendengarkan musik di kelas, tapi sekarang siswa lebih keren dan canggih mereka belajar sambil mendengarkan musik dari hand set yang terpasang di telinga mereka.

Hal ini menandakan bahwa perkembangan global sangat berpengaruh terhadap anak didik kita. Sikap dan perilaku mereka terus berubah selaras dengan perkembangan informasi yang berjalan. Semakin hari pergaulan dan cara berpikir mereka semakin berkembang lebih maju. Hal ini merupakan sebuah realita yang harus disadari oleh semua guru di nusantara. Bahwa perkembangan zaman sangat mempengaruhi cara belajar mereka di rumah dan sekolah. Kalau kita masih mengajar dengan gaya-gaya lama, maka terkesan jadul karena ketinggalan zaman.

Untuk itu, yang harus dilakukan guru adalah sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan informasi apa yang paling banyak berpengaruh dalam kehidupan dunia belajar siswa. Guru harus banyak mengakses informasi baik lewat media massa atau elektronik karena kecepatan siswa dalam mengakses informasi lebih cepat 4 kali dibandingkan gurunya. Hal ini dipertegas oleh Dryden dan Jeannette Vos (2003) dalam bukunya Revolusi Cara Belajar Jilid 1 dan 2. Tidak berlebihan kalau guru disarankan untuk lebih “bergaya” atau “gaul” dalam mengimbangi perkembangan belajar siswa masa kini. Tantangan global yang dihadapi guru dan siswa harus dijadikan sebagai alat bagaimana menemukan formula jitu dalam memudahkan proses belajar.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: